Memulai Spring Framework – part 1

Pernah ada yang tanya ke saya tentang bahasa pemrograman Java, bunyi pertanyaannya adalah pernah pakai framework apa? Saya jawab: spring.

Spring adalah framework aplikasi dan inversion of control container untuk platform Java. Menurut wikipedia  spring framework. Spring adalah project open source menggunakan Apache License 2.0, project ini murni di-maintain oleh komunitas dan ada support yang disediakan oleh https://pivotal.io/. Full source bisa dilihat di github repo.

Karena spring sudah lama dan terkenal di komunitas java, maka tidak jarang diluar sana banyak perusahaan yang memakai framework spring sebagai basis backend dari aplikasi mereka. Spring sangat fleksibel, biasanya digunakan untuk backend atau web service yang memproses request dari klien. Dalam arsitektur sistem client – server, spring framework biasanya hosted menggunakan web server seperti apache httpd, jetty atau tomcat.

Untuk memulai backend web development berbasis rest menggunakan spring framework, pertama kita perlu mendownload Eclipse IDE dan menginstall di komputer. Setelah terinstall, buka aplikas Eclipse dan pilih menu HelpEclipse Marketplace untuk membuka markeplace dan install STS Plugin.

Silakan restart Eclipse untuk memulai project baru dengan template Spring framework.

Disruption

rhenald kasali

Buku yang ditulis Rhenald Kasali, Disruption membawa pandangan baru terhadap iklim bisnis indonesia. Yang sedang mengalami disrupsi besar akibat kehadiran perusahaan startup, antara lain gojek,grab,traveloka.Pandangan baru yang berguna bagi para pembuat keputusan di perusahaan – perusahaan yang sudah well establised atau dalam buku tsb disebut dengan istilah incumbent, tentang cara mitigasi dan transformasi untuk menghadapi tantangan – tantangan bisnis yang dibawa oleh saingan baru yaitu perusahaan startup.

Siapakah yang seharusnya membaca buku ini ?

Mereka yang mainly bekerja sebagai leader di perusahaan, baik CEO, direktur marketing dan mungkin department business development. Karena buku menyediakan petunjuk teknis tentang marketing, segment pasar dan model bisnis maka menurut pendapat saya lebih tepat dibaca oleh para marketers dan CEO. Banyak insights dan case studies yang dibahas, mulai dari hadir-nya gojek sampai air-bnb meskipun footprint air bnb belum terasa di indonesia. Mungkin pak Rhenald sudah melihat gelagat-gelagat para pengusaha hotel yang resah saat ini dengan gempuran hotel murah yang dibawa airy rooms.

Mengapa Saya membaca buku ini?

Pertama, karena saya sebagai developer perlu belajar dan banyak baca tentang apa saja. Semua yang bisa dipelajari dan selama hal itu relevan, maka tak ada salahnya untuk dipelajari.

Kedua, karena ingin tahu apakah business model yang dibawa oleh startup bisa bertahan dan membawa keuntungan. Kalau dilihat selama ini perusahaan tersebut kerap memberikan promo ke customer-nya, what is their goal by doing that, crazy promo & discount; is it sustainable as a business model?

Ketiga, ingin tahu saran dari pak Rhenald tentang cara para incumbent untuk mitigasi dan bertahan dalam gempuran dari startup. Bagaimana tetap kompetitif dalam keadaan pasar yang disrupted. Cara incumbent menentukan goals dan strategy, transformasi atau punah, kolaborasi atau akuisisi.

 

Bagaimana review buku ini?

Salah satu good read, sebenarnya semua orang dari semua kalangan bisa membaca buku ini dan mengerti isinya. Karena cara penyampaian dan model penulisan yang santai dan tidak teknis, masyarakat awam bisa membaca dan mencerna penjelasan dari penulis. Meski kadang harus mengerutkan jidat untuk membaca ulang kalimat-kalimat dalam buku karena ada beberapa typo dalam penulisan, tapi overall good. Untuk para eksekutif perusahaan, pembuat keputusan dan senior manajemen wajib membaca buku ini karena bisa tahu banyak dan menganalisis keadaan pasar konsumer saat ini dan mempersiapkan diri untuk menghadapi pesaing-pesaing baru.

G.S